Senin, 31 Januari 2011

TV Series Review : Secret Garden (korean drama 2010)

Details

  • Title: 시크릿 가든 / Secret Garden
  • Genre: Romance, comedy, fantasy, melodrama
  • Episodes: 20
  • Broadcast network: SBS
  • Broadcast period: 2010-Nov-13 to 2011-Jan-16
  • Air time: Saturday & Sunday 21:45

Synopsis

The drama tells the story of Kim Joo Won (Hyun Bin), an arrogant and eccentric CEO who maintains the image of seeming perfection, and Gil Ra Im (Ha Ji Won), a poor and humble stuntwoman whose beauty and body are the object of envy amongst top actresses. Their accidental meeting, when Joo Won mistakes Ra Im for actress Park Chae Rin, marks the beginning of a tense, bickering relationship, through which Joo Won tries to hide a growing attraction to Ra Im that both confuses and disturbs him. To complicate matters further, a strange sequence of events results in them swapping bodies. 


Saya memang bukan penggemar berat drama korea, yang setiap ada drama baru langsung ketoko dvd dan membelinya. tapi setidaknya beberapa drama korea yang saya sudah tonton, drama ini adalah yang paling bagus secara keseluruhan. alasan yang pertama adalah fungsi orang ketiga dalam drama ini tidaklah menjadi pengganggu hubungan kedua sejoli pemeran utama yang hampir selalu ada dalam drama korea tentang percintaan, terlebih menjadi orang yang belajar akan cinta yang diciptakan oleh kedua sejoli tersebut. lalu pihak ketiga yang sebenarnya menjadi penghalang hubungan mereka adalah kegengsian mereka sendiri terhadap perasaan masing-masing. alasan kedua karena kualitas acting para pemerannya benar-benar super duper keren!! mereka dapat memberikan emosi yang pas dalam setiap scenenya, sampai kita terbawa dalam situasi tersebut. yang ketiga (terakhir) cerita yang disajikan memang tidak biasa, terlebih pada bagian mereka bertukar jiwa, secara logika, memang ada kejadian seperti ini? tapi dengan apa yang diceritakan dari episode 1 sampai akhir tidak ada kesan berkhayalnya sama sekali. semuanya terlihat masuk akal, dengan ending cerita yang mencengangkan. plot yang megalir tidak membosankan, hampir setiap episodenya kita dibuat penasaran, walaupun ada sedikit bagian yang saya rasa tidak diperlukan. tapi kembali lagi ke penayangan sebuah serial tv yang harus pas dengan porsi jam tayangnya.

adegan yang paling berkesan untuk saya adalah dimana saat kim joo won si pemeran laki2, selalu mengejar-ngejar gil ra im. demi rasa penasarannya terhadap perempuan yang dia anggap tidak biasa itu. bagaimana dengan gigihnya dia "menghantui" hari-hari gil ra im,   demi sebuah jawaban mengapa gil ra im selalu ada dalam pikirannya dari saat mereka bertemu pertama kali. gil ra im adalah seorang perempuan yang bisa dikatakan agak kelaki2an, dibuat bingung setengah mati olehnya. gil ra im sebelumnya agak kurang peka terhadap laki-laki yang menaruh perhatian terhadapnya, berangsur2 luluh terhadap kim joo won. setiap menonton adegan diatas hati kita akan selalu dibuat berdegup dengan kencang! kita dapat merasakan perasaan mereka yang begitu besar, dan wajar, tanpa harus ada yang dibuat2.
baru pertama kali ini saya begitu terkesan dengan sebuah serial tv. saya banyak belajar dari drama ini, bagaimana ketulusan akan membunuh semua perasaan ragu dan prasangka. bagi yang tidak menyukai drama komedi romantis, mungkin akan dibuat muntah2 menontonnya (hahahahaha), karena banyak sekali adegan yang membuat anda mupeng setengah mati! tapi saya sebagai orang yang dapat menonton film/serial tv dengan genre apa saja, berpesan drama ini wajib untuk ditonton! anda akan dapat mengerti arti tulus dan rasa tanpa pamrih yang sebenarnya dari drama ini.
sebagai tambahan soundtrack yang ada dalam drama ini sangatlah mendukung emosi setiap adegan , semua lagunya sangat enak didengar. salah satunya lagu berjudul HERE I AM ini. video2nya saat kim joo won, mengkhayalkan sosok gil ra im disampingnya. well, semoga anda mempunyai gambaran tentang drama ini. :)


HERE IS IT, THE TRAILER:

Source: http://wiki.d-addicts.com/Secret_Garden

Senin, 24 Januari 2011

Selasa, 04 Januari 2011

The sensitivity


Chapter 1


Katamu adalah canduku

Yang terselimuti keacuhan diri

Tak perlu kau raba lagi hingga dalam titik perih

Tak lagi perlu ku bincang bahwa kau aliran darah penyairku


Chapter 2


Selimut hangatmu adalah prosa kisah cintaku

Setiap huruf berlarian mengejar apa yang nyata


Chapter 3


Kutahu

Sepi bersamaku

Semenjak rasa gegap gempita pergi bersamanya

Dengan membawa segala kata yang telah dibuat

Kutahu

Aku berpura-pura

Dan kutahu

Aku haus akan gejolak semu itu


Chapter 4


Masih kuingat nafas kata yang kau jejali ke dalam otakku

Berbaris rapi menunggu perintah sang komandan

Menuju tempat dimana perasaan bergumul

Ada saat dimana ku rindu belaian huruf itu

Akankah kau, si penyair dermawan punya kehendak untuk sekedar mampir

Menawarkan segelas susu yang berisi butiran keindahan kepadaku

Walau kini aku yang putuskan untuk tidak lagi memanggil sang komandan barisan

Tapi tidak pernah sekalipun tertutup untuk katamu di otakku



F I N


words by: Shabumzki

Kamis, 23 Desember 2010

I feel like typing!

Setelah bergulat di depan laptop tersayang bernama "lappy", menonton drama korea online (ugghh.. just skip this thing!) akhirnya BLOGSPOT.COM BISA DIBUKA!! alhamdulillah.. itulah nasib pengguna internet di Indonesia, dengan standar kecepatan internet yang amat sangat tidak cepat!! mempersulit mereka yang mempunyai kreatifitas berlebih (bukan saya lohh.. bukan! serius! bukan saya) untuk menyalurkan kreatifitasan mereka ke tempat dimana semua orang di dunia dapat mengakses (sebut saja dunia maya).

2 hari menunggu kapan blogspot.com bisa dibuka dengan sempurna, membuat saya galau! segalau menunggu balesan email sensei mengenai revisi skripsi. mempunyai sebuah blog, dalam kehidupan berselancar di dunia maya, adalah sebuah buku harian ide original untuk saya. saya memang bukan penulis berbakat, tapi saya senang menulis walaupun orang yang abis baca tulisan saya, suka mengernyitkan jidatnya (and said "what the hell is this?!") hahahahha.. well, sebenarnya itu yang sering saya pikirkan (saya tau! su'udzon itu ga baik kok!!)

Tapi yah.. orang memang terkadang tidak percaya diri pada dirinya sendiri, termasuk saya. lalu, sampai kapankah kepercayaan diri itu akan hilang?! kita memang boleh mengatakan bahwa kemampuan kita tidaklah sebagus yang lainnya, tapi tetaplah kita harus percaya dengan diri sendiri, bahwa setidaknya kemampuan yang kita miliki dapat menyamai kemampuan yang lain. bukan bermaksud untuk tidak mau kalah dengan yang lainnya, cobalah berpikir secara positif terhadap pesaing-pesaing anda dalam kehidupan. kita tidaklah harus membenci, tapi jadikanlah hal positif dalam diri pesaing anda sebagai panutan untuk jadi yang lebih baik.

Rabu, 22 Desember 2010

Jumat, 17 Desember 2010

Music Review : Korean band "MATE"




"MATE"
Baru kali ini ada album dari sebuah band yang musiknya serasa layaknya puisi. Bermelodi indah, tidak muluk, jujur, berkualitas tinggi, dan dipadu dengan suara indah sang vokalis yang juga merangkap sebagai keybordis. Entah harus menyebut jenis musik apa yang mereka miliki, dalam situs-situs favorit KPOP musik mereka merupakan musik rock. Apakah hanya sekedar itu? hmm.. menurut saya tidak. Ada faktor X dalam musik mereka yang menjadikan (kalau benar) musik rock begitu indah untuk di dengar.


Well, tak kenal maka tak sayang. Kalau begitu mari berkenalan dengan para pemusik dari grup ini.


Member : Im Heon-il (vocal, guitar)
Date of birth : Nov. 13, 1983
Favorite musicians : Jimmy Hendrix, Led Zeppelin, U2

Member : Jeong Jun-il (vocal, keyboard)
Date of birth : Aug. 16, 1983
Won 2nd place in the 16th Yoo Jae-ha Music Competition

Member : Lee Hyun-jae (drum)
Date of birth : Apr. 12, 1988
Working also as a model




What is noteworthy about this newcomer is that all three members of the group took part in the entire production process. They wrote music and lyrics, played in the band, and even adapted a few pieces. You wouldn’t know that “Be Mate” was their debut album just by listening to the songs. Their music is typified by stylish melody, deeply moving lyrics, and rich, full-scaled sound. This surprisingly talented trio certainly deserves a careful look.




Be Mate (1st album, 2009-04-24)
With Mate (2nd album, 2010-01-20)

Mari kita lihat video mereka, sehingga anda dapat menilai.






SELAMAT MENIKMATI PARA PEMBACA (Jika ada...)

Kamis, 16 Desember 2010

Movie Review: MAGIC (korea, 2010)


Menulis entri ini, sebenarnya adalah suatu pelampiasan saya akan tidak menemukannya OST dari film ini. Sudah jungkir balik di menelusuri youtube, tetap saja hasilnya nihil. Saya jadi bingung mengapa lagu seindah itu tidak ada yang meng-uploadnya di situs video streaming! (kita sudahi saja keluh kesahnya) sekarang saya hanya ingin berbagi pendapat saya tentang film korea yang baru beberapa minggu yang lalu saya tonton, atas rujukan dari teman saya -yang ngefans bgt sm sutradaranya-. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah Goo Hye Sun (pastinya para penggemar BBF mengenal siapa dia, atau yang tidak tahu siapa dia, lihatlah foto dibawah ini) Saya akui setelah menonton film ini saya telah menjadi salah satu fans-nya. Dia merupakan aset artis korea yang tidak hanya Jualan tampang dan akting pas-pasan, selain seorang aktris dia juga dikenal sebgai pencipta lagu, penyanyi, sutradara, seniman, dan seterusnya. WOW!


"Magic"

Baca saja dulu resensinya dalam (bahasa inggris) ini. Jika tidak mengerti gunakan adiknya om Google, Google translate (karena saya malas menerjemahkan.)

To Myoung-jin, who is merely a cello student at his music school, Jung-woo is seen as the most brilliant musical genius. When Myoung-jin suddenly receives news to audition alongside with Jung-woo, he asks Ji-eun to be his accompanist. Myung-jin is surprised to learn that Ji-eun has already been asked by Jung-woo to be his accompanist, and to play the same piece at that, but Ji-eun is unable to refuse their touching offers. Come audition day, Jung-woo and Myoung-jin are both unable to audition, due to Jung-woo’s grand mistake. Shortly after, Jung-woo faints while playing Ji-eun’s composition, “Magic,” and Myung-jin has no choice but to continue in his place. As Myung-jin nurses Jung-woo back to health, he gives him musical lessons. As Jung-woo’s health deteriorates, he gradually begins to learn about the depth of “Magic.” Jung-woo asks Ji-eun about the truth of “Magic,” but she hesitates; the more he wavers from Ji-eun to Myung-jin to “Magic,” Jung-woo waxes cynical. Ji-eun, unable to withstand Jung-woo’s change, runs out, but Jung-woo stops her from doing so. Myung-jin, on the other hand, cannot hide his feelings anymore and kisses Ji-eun...

Jujur saja saya memang bukan orang yang cepat tanggap. butuh beberapa saat untuk mencerna suatu hal agar dapat dipahami (yang saya yakin pasti semua orang juga seperti itu). Itulah yang saya rasakan saat menonton film ini. Saya pusing memikirkan mau kemana sebenarnya film ini berjalan. Menerka-nerka hubungan apa yang dimiliki oleh ke 3 tokoh utama. Ya, walaupun ujung-ujungnya it still about LOVE STORY. Tapi yang membuat beda dari film "love story" lainnya, adalah dimana interprestasi penonton amat dibutuhkan disini. Sang sutradara membuat film ini terlihat wajar dan (kalo anak gaul sekarang menyebutnya) ga lebay! intinya keseluruhan film ini memang menyakitkan dan penuh kesenduan akan memendam cinta. Alurnya memang agak lambat, tapi tidak membuat bosan karena membuat kita penasaran sampai akhir. Kata teman saya yang merekomendasikan film ini, endingnya tidak sama sekali terbaca. Tapi saya tidak sepenuhnya setuju, untuk satu hal yang membuat saya kaget, adalah pemeran wanitanya, Ji eun gantung diri pada akhir film. Ya! itu ending yang satu-satunya tidak saya perhitungkan dari awal. selebihnya tetap saja terbaca (walaupun tidak dari awal dapat terbaca)

Pada akhirnya setelah menonton sebanyak 2 kali, saya mengerti pesan yang dimaksud dari film ini. Bahwa memendam cinta memang menyakitkan, apalagi hal yang kita cintai itu hilang selamanya. Satu hal penting yang kita bisa lakukan adalah membuatnya sebagai memori. Hidup itu adalah "Lalu" dan tetaplah maju walau sesekali menengok kebelakang tidaklah mengapa, karena sebuah kenangan tidak selamanya pahit.

WATCH THE TRAILER HERE!