Jumat, 12 Agustus 2011

A Crazy Little Thing Called Love : Hal Gila Bernama...Cinta.


A Crazy Little Thing Called Love (Sing Lek Lek Thee Riak Wa… Ruk) (2010)
Directed by Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon, Wasin Pokpong 
Produced by Somsak Tejcharattanaprasert, Panya Nirankol 
Written by Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon, Wasin Pokpong 
Starring : Mario Maurer, Pimchanok Luevisetpaibool, Sudarat Budtporm, Peerawat Herapath, Pijitra Siriwerapan, Acharanat Ariyaritwikol, Kachamat Pormsaka Na-Sakonnakorn  
Cinematography : Reungwit Ramasudh, Studio Work Point/Sahamongkol Film International 
Country : Thailand  
Language : Thai

Sebrutal-brutalnya manusia, pasti pernah mengalami yang namanya cinta. Dapat dikatakan manusia tidaklah bisa bertahan tanpa adanya cinta, memang ini hal yang klise, tapi benar adanya. Tidak usah jauh-jauh memikirkan cinta antara Romeo dan Juliet yang memaksakan bahwa mereka meant to be together till die, so they both commited suicied, end of story! bleehhh... Well, i thought that idea its kinda suck! That kind of tale thought us a shallow meaning of Love. Tontolah Becoming Jane! atau Mulan (Versi Cina Asli yang main Vikcy Zhu) 2 film itu mengajarkan bahwa pengorbanan cinta yang sia-sia tidak harus mengakhiri hidup si manusia itu sendiri. Memang tidak happy ending (you know what i mean guys) tapi hidup si tokoh tersebut yang Moving Forward-lah yang mengisyaratkan bahwa theres no End but an And dalam hidupnya. hhmmm.. Sounds good huh?!

Ada satu film dari dataran Thailand yang menceritakan bahwa cinta membuat seseorang BELAJAR bukannya memaksa untuk memiliki, telah membuat saya jatuh hati tanpa harus bosan menonton sampai berkali-kali. A crazy little thing called love. Dari judulnya saja sudah kentara bahwa Cinta memang membuat orang gila! merubah dirinya dalam hal positif ataupun negatif. Tergantung prespektif arti Cinta itu pada masing-masing manusia. Tapi untuk Nam yang mencintai Shone kakak kelasnya yang tampan, idola wanita disekolah dan 4 tahun lebih tua darinya memacu dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kebetulan dalam film ini based on everyone's Experience. Jadi bagi anda yang sudah menonton film yang laris manis dinegara asalnya ini, pasti familiar dan senyam-senyum akan kelakar Nam si ABG yang sedang dimabuk cinta untuk mendekati si Pujaan hatinya. Naif memang jika kita pikir, tapi kenaifan itulah yang membuat kita sadar bahwa mencintai itu hal yang paling jujur yang ada didunia.

Nam yang tadinya hanya seorang anak bau kencur dengan fisik yang teramat biasa-biasa saja, secara bertahap menjadi gadis cantik idaman semua lelaki disekolahnya termasuk Shone. Ada hal yang sangat manis yang dilakukan oleh laki-laki ada di film ini, jujur pengalaman saya dengan mahkluk yang berjenis pria dalam hal seperti ini tidaklah banyak, tapi ada seorang pria yang saya kenal tanpa segan memperlihatkan puisi2nya. Yah, tapi disini seorang Shone melakukan hal yeang lebih manis, dia yang sebenarnya juga sudah menyukai Nam sejak dia masih ehem..buruk rupa, membuatkan scrap book yang.... SAYA BERSEDIA MELAKUKAN APA SAJA DEMI DIBUATKAN SCRAP BOOK INDAH ITU!! hahahahhaaha.. yahhh.. beruntungnya seorang Nam. Disini kita diajarkan, bahwa fisik bagi Shone bukanlah masalah utama untuk menentukan siapa cinta pertama untuk dirinya, tapi adanya suatu ikatan yang membuat dia sadar bahwa cinta Nam untuknya sangatlah tulus.





Pengorbanan yang dilakukan Nam dan Shone sangatlah banyak demi mendekatkan diri mereka masing-masing, Nam dijauhi oleh sahabat-sahabatnya, Shone diminta untuk tidak mendekati Nam oleh sahabatnya sendiri yang kebetulan terlalu sakit hatinya karena Nam tidak balik suka padanya. Tapi hidup mereka tetap move on, walaupun hati mereka sedih tidak bisa bersatu. Well, sedikit curhat bahwa adegan dibawah ini adalah favorit saya, betapa sakitnya Nam menerima kenyataan tapi masih saja berusaha untuk tetap kuat. I cried a lot tapi ada bagian dimana akan dibuat tertawa! hahahahhaha.. suatu hal yang tak diduga! Jauh dari kata manis, tapi tetap mengena dihati.


Ada istilah yang mengatakan bahwa "Akan indah pada saatnya" , ya, setiap chick flick pasti menganut istilah itu. Termasuk film ini, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, ada waktunya pada saat mereka lebih dewasa dan bertemu untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Dan apa yang saya katakan diatas, There is no End but an And, saat indah itu akhirnya menghampiri mereka dengan ending yang tidak biasa dan sederhana. So Simple yet Sweet. :)

Here's the trailer guys!


WELL, THIS IS IT! MY FAVOURITE SCENE EVER!


3 komentar:

  1. Hiaaaaa... reviewnya bagus banget sih. lo bisa tuh dipekerjakan jd reviewer di majalah film.. hahaha!! tapi gara2 ini gw jd penasaran mau nonton a crazy little thing called love^^

    Jadi sedih pas lo sedikit bahas Becoming Jane. Gw belum nonton tapi tau endingnya. Mereka tidak berakhir bahagia, malah Lefroy menikah dengan wanita lain dan punya anak dengan nama yang sama dengan Jane, dan itu bukti kalau Lefroy benar2 menganggap Jane sbg cinta sejatinya T_____T huhuhu.

    Not good ending or bad ending, but ending that means "something". Akhir cerita yang membuat kita berinstrospeksi dan memaknai arti dari cerita cinta mereka ^_^

    BalasHapus
  2. sedih filmnya...
    kereeennn.....

    BalasHapus