Selasa, 04 Januari 2011

The sensitivity


Chapter 1


Katamu adalah canduku

Yang terselimuti keacuhan diri

Tak perlu kau raba lagi hingga dalam titik perih

Tak lagi perlu ku bincang bahwa kau aliran darah penyairku


Chapter 2


Selimut hangatmu adalah prosa kisah cintaku

Setiap huruf berlarian mengejar apa yang nyata


Chapter 3


Kutahu

Sepi bersamaku

Semenjak rasa gegap gempita pergi bersamanya

Dengan membawa segala kata yang telah dibuat

Kutahu

Aku berpura-pura

Dan kutahu

Aku haus akan gejolak semu itu


Chapter 4


Masih kuingat nafas kata yang kau jejali ke dalam otakku

Berbaris rapi menunggu perintah sang komandan

Menuju tempat dimana perasaan bergumul

Ada saat dimana ku rindu belaian huruf itu

Akankah kau, si penyair dermawan punya kehendak untuk sekedar mampir

Menawarkan segelas susu yang berisi butiran keindahan kepadaku

Walau kini aku yang putuskan untuk tidak lagi memanggil sang komandan barisan

Tapi tidak pernah sekalipun tertutup untuk katamu di otakku



F I N


words by: Shabumzki

4 komentar:

  1. woooww..this is complicatedly beutiful! u should be proud of you, honey..it's not just a random written words, *THIS* really shows the real you and what u got! d^_^b
    Nikmati terus nulisnya ya dek..Hope someday we can sit and talk so you can tell me about things that inspired you..Because I am really proud of it..^^

    BalasHapus
  2. huwaakakakakakakakak.. seriously?!! wow.. itu dalem bgt kak komennya.. i'm just writing tho.. ngeluarin kata2 yg ada diotak aja.. aduhh jd ga enek.. hahhaha.. *malu2 sndiri*

    BalasHapus