Selasa, 29 November 2011

ONE DAY (2011) : Twenty Years, Two People, One Day.


Director:

Lone Scherfig

Writers:

David Nicholls (screenplay), David Nicholls (book)

Stars:

Anne Hathaway, Jim Sturgess and Patricia Clarkson
Release date:
19 August 2011 (USA)

One Day will open in the third quarter of 2011, and will star Academy Award nominee Anne Hathaway. Production on the movie will commence in July, under the direction of Lone Scherfig, who most recently helmed the Best Picture Academy Award nominee An Education. David Nicholls has completed adapting the screenplay, based on his acclaimed novel of the same name. Emma (Ms. Hathaway) and Dexter meet on the night of their graduation – July 15th, 1988. She is a working-class girl of principle and ambition who dreams of making the world a better place. He is a wealthy charmer who dreams that the world will be his playground. But where will they be on this day next year, and the year after that? Over 20 years, we check in on Emma and Dexter every July 15th, and watch as their friendship ebbs and flows with the passing of the years. Through love and loss, heartbreak and success, hopes fulfilled and dreams shattered, these two souls experience the sometimes wonderful, sometimes tragic, often hysterical but always moving, grandeur of life. Somewhere along their journey, they realize that sometimes what you are looking for has been right there in front of you all along. 
Film yang dvd bajakanya saya tunggu-tunggu keluar, akhirnya saya tonton habis juga.. 2 kali dalam 2 hari!! wooww!! sekian lama penantian saya akan film barat yang keromantisannya sama dengan film-film korea atau thailand tanpa harus lebay terjawab sudah. One day menceritakan tentang 2 orang sahabat yang cukup bodoh untuk tidak saling jujur terhadap perasaannya masing-masing. Dimulai dari pertemuan mereka setelah lulus kuliah, keplayboyan Dex luntur didepan perempuan aneh bernama emma. Perempuan seperti ini tidak seharusnya dipermainkan hanya dengan one night stand (mungkin, pikirnya), so they just shared a bed together and just be friends. hahahhaha.. love this scene.. :) 15 July 1988, menjadi saksi terhubungnya "tali merah" diantara mereka berdua.
Yang paling unik dari film ini adalah setiap scene yang ada difilm ini bersetting pada tanggal 15 July 1988 sampai dengan setiap tahunnya selama 20 tahun pertemuan mereka, yang diwarnai pertengkaran, kasih sayang, dan konflik. Ditambah keindahan kota-kota eropa seperti paris, london dan edinburg mendapati betapa romantisnya film ini.
Klimaks terdapat ditengah-tengah film, persahabatan mereka diuji karena kehidupan hedonis Dex yang semakin menjadi-jadi, so she fed up! and commit to leave him alone! well, he's kinda spoiled by his fabulous fame.yahh.. tahulah klo orang uda sukses jadinya gimana, narkoba, main perempuan, dll. Unfortunately, he's not the old Dexter that she knew.
Sebenarnya saya familiar dengan jalan cerita persahabatan yang seperti ini, kalau di Indonesia saya pernah membaca buku berjudul "perahu kertas" karya Dee. Bedanya dibuku tersebut mereka dipisahkan oleh takdir, yang mengharuskan mereka berkelana dulu sebelum bersama. Sedangkan film ini takdir yang sebenarnya sudah didepan mereka, tapi mereka menyia-nyiakan takdir tersebut. So shame.. :(



Well, Jim Sturgess and Anne Hathaway's acting were so GREAT!! I felt those chemistry!!! (Damn! made me envy!) hahahahhahaha.. :p Terutama untuk Jim Sturgess, acting jadi orang yang frustasi tanpa harus dipaksakan atau seakan-akan mengatakan "gw lagi stress berat". I LOVE HIM! Saya merasakan perbedaan suasana dari Dexter tahun 1988, 1996, 2004, dan 2011. Saya rasa karakter Dexterlah yang mengalami perubahan sifat yang paling signifikan, disamping karakter Emma yang stabil.

Ending film yang memang tidak diduga bagi yang belum membaca bukunya (lupa bilang jika film ini based on novel karya David Nicholls yang juga menulis skenario filmnya) pasti dibuat mencak-mencak! Karena memang untuk saya itu tidak adillll!!!! (T_T) Yahh mungkin memang itu ujian untuk Dex karena menyia-nyiakan perasaannya pada Emma, and then just ended up like that! So sorry for that..
Untuk keseluruhan film saya kasih nilai 8/10 karena ini adalah the most hollywood romantic drama after 50 first date! Seperti yang saya katakan diatas, film ini cukup wajar keromantisannya untuk ukuran film Hollywood! thats why i like it. Jadi untuk yang mengharapkan akan seperti Romeo and Juliet atau Titanic, haha.. you dream for that! :p

So, Here's the trailer..


Words by Shabumzki
Credit by www.imdb.com, www.movieweb.com and www.youtube.com

Jumat, 12 Agustus 2011

A Crazy Little Thing Called Love : Hal Gila Bernama...Cinta.


A Crazy Little Thing Called Love (Sing Lek Lek Thee Riak Wa… Ruk) (2010)
Directed by Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon, Wasin Pokpong 
Produced by Somsak Tejcharattanaprasert, Panya Nirankol 
Written by Putthiphong Promsakha na Sakon Nakhon, Wasin Pokpong 
Starring : Mario Maurer, Pimchanok Luevisetpaibool, Sudarat Budtporm, Peerawat Herapath, Pijitra Siriwerapan, Acharanat Ariyaritwikol, Kachamat Pormsaka Na-Sakonnakorn  
Cinematography : Reungwit Ramasudh, Studio Work Point/Sahamongkol Film International 
Country : Thailand  
Language : Thai

Sebrutal-brutalnya manusia, pasti pernah mengalami yang namanya cinta. Dapat dikatakan manusia tidaklah bisa bertahan tanpa adanya cinta, memang ini hal yang klise, tapi benar adanya. Tidak usah jauh-jauh memikirkan cinta antara Romeo dan Juliet yang memaksakan bahwa mereka meant to be together till die, so they both commited suicied, end of story! bleehhh... Well, i thought that idea its kinda suck! That kind of tale thought us a shallow meaning of Love. Tontolah Becoming Jane! atau Mulan (Versi Cina Asli yang main Vikcy Zhu) 2 film itu mengajarkan bahwa pengorbanan cinta yang sia-sia tidak harus mengakhiri hidup si manusia itu sendiri. Memang tidak happy ending (you know what i mean guys) tapi hidup si tokoh tersebut yang Moving Forward-lah yang mengisyaratkan bahwa theres no End but an And dalam hidupnya. hhmmm.. Sounds good huh?!

Ada satu film dari dataran Thailand yang menceritakan bahwa cinta membuat seseorang BELAJAR bukannya memaksa untuk memiliki, telah membuat saya jatuh hati tanpa harus bosan menonton sampai berkali-kali. A crazy little thing called love. Dari judulnya saja sudah kentara bahwa Cinta memang membuat orang gila! merubah dirinya dalam hal positif ataupun negatif. Tergantung prespektif arti Cinta itu pada masing-masing manusia. Tapi untuk Nam yang mencintai Shone kakak kelasnya yang tampan, idola wanita disekolah dan 4 tahun lebih tua darinya memacu dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kebetulan dalam film ini based on everyone's Experience. Jadi bagi anda yang sudah menonton film yang laris manis dinegara asalnya ini, pasti familiar dan senyam-senyum akan kelakar Nam si ABG yang sedang dimabuk cinta untuk mendekati si Pujaan hatinya. Naif memang jika kita pikir, tapi kenaifan itulah yang membuat kita sadar bahwa mencintai itu hal yang paling jujur yang ada didunia.

Nam yang tadinya hanya seorang anak bau kencur dengan fisik yang teramat biasa-biasa saja, secara bertahap menjadi gadis cantik idaman semua lelaki disekolahnya termasuk Shone. Ada hal yang sangat manis yang dilakukan oleh laki-laki ada di film ini, jujur pengalaman saya dengan mahkluk yang berjenis pria dalam hal seperti ini tidaklah banyak, tapi ada seorang pria yang saya kenal tanpa segan memperlihatkan puisi2nya. Yah, tapi disini seorang Shone melakukan hal yeang lebih manis, dia yang sebenarnya juga sudah menyukai Nam sejak dia masih ehem..buruk rupa, membuatkan scrap book yang.... SAYA BERSEDIA MELAKUKAN APA SAJA DEMI DIBUATKAN SCRAP BOOK INDAH ITU!! hahahahhaaha.. yahhh.. beruntungnya seorang Nam. Disini kita diajarkan, bahwa fisik bagi Shone bukanlah masalah utama untuk menentukan siapa cinta pertama untuk dirinya, tapi adanya suatu ikatan yang membuat dia sadar bahwa cinta Nam untuknya sangatlah tulus.





Pengorbanan yang dilakukan Nam dan Shone sangatlah banyak demi mendekatkan diri mereka masing-masing, Nam dijauhi oleh sahabat-sahabatnya, Shone diminta untuk tidak mendekati Nam oleh sahabatnya sendiri yang kebetulan terlalu sakit hatinya karena Nam tidak balik suka padanya. Tapi hidup mereka tetap move on, walaupun hati mereka sedih tidak bisa bersatu. Well, sedikit curhat bahwa adegan dibawah ini adalah favorit saya, betapa sakitnya Nam menerima kenyataan tapi masih saja berusaha untuk tetap kuat. I cried a lot tapi ada bagian dimana akan dibuat tertawa! hahahahhaha.. suatu hal yang tak diduga! Jauh dari kata manis, tapi tetap mengena dihati.


Ada istilah yang mengatakan bahwa "Akan indah pada saatnya" , ya, setiap chick flick pasti menganut istilah itu. Termasuk film ini, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, ada waktunya pada saat mereka lebih dewasa dan bertemu untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Dan apa yang saya katakan diatas, There is no End but an And, saat indah itu akhirnya menghampiri mereka dengan ending yang tidak biasa dan sederhana. So Simple yet Sweet. :)

Here's the trailer guys!


WELL, THIS IS IT! MY FAVOURITE SCENE EVER!


Senin, 02 Mei 2011

MERAPI TOLD ME HIS STORY














PHOTO BY SHABUMZKI
LOCATION: UMBULHARJO VILLAGE, MERAPI.

Movie Review : The Social Network (2010)

 
Director: David Fincher 

Writers: Aaron Sorkin (screenplay), Ben Mezrich (book) 

Stars: Jesse Eisenberg, Andrew Garfield and Justin Timberlake

On a fall night in 2003, Harvard undergrad and computer programming genius Mark Zuckerberg sits down at his computer and heatedly begins working on a new idea. In a fury of blogging and programming, what begins in his dorm room soon becomes a global social network and a revolution in communication. A mere six years and 500 million friends later, Mark Zuckerberg is the youngest billionaire in history... but for this entrepreneur, success leads to both personal and legal complications. Written by Columbia Pictures.

Oke, pertama-tama mari kita mengakui ketergantungan manusia jaman sekarang pada sebuah situs pertemanan yang bahasa kerennya disebut sebagai Social Network. Pada dasarnya situs-situs seperti ini tercipta akan sebuah kehausan para penciptanya akan sebuah relasi yang tak pernah putus. Mari kita tengok, beberapa tahun sebelumnya, dimana saya yang masih berseragam putih-merah yaitu 12 tahun yang lalu. Di Indonesia murid SD pada jaman itu, hanya bermodalkan kartu telepon atau koin untuk berkomunikasi. Minimnya pendidikan teknologi khususnya komputer, mau tidak mau saya sebagai perwakilan murid sd pada jaman itu harus berlomba-lomba dengan murid-murid sd pada jaman sekarang untuk menguasai teknologi komputer yang memang diajarkan semakin cepat. Tapi lihatlah sekarang! Sepupu bahkan keponakan saya yang lahir setelah tahun 2000an telah mahir menggunakan komputer dan internet. WOW! seperti itulah jaman mengubah kita, manusia. Sekarang bila dipikir-pikir, berapa banyakkah relasi yang mereka punya? Bila dibandingkan dengan saya atau ibu saya atau mungkin tante saya. Beruntunglah kami masih bisa menikmati kehadiran situs pertemanan didalam kehidupan, kami banyak menemui teman-teman lama, saudara-saudara jauh, atau orang yang sudah lama dicari dan akhirnya situs seperti ini mempertemukannya kembali. Saya berani jamin, acara pencarian orang hilang di TV akan semakin turun ratingnya. Karena hampir semua orang sedikitnya punya 1 account situs pertemanan.

Well, Film ini adalah sebuah cikal bakal dari sebuah penciptaan mukhtahir dari sebuah fenomena yang disebut sebagai Facebook. Semua orang diseluruh pelosok dunia telah menjadi anggota dari situs pertemanan terlaris ini. Mark Zuckerberg yang adalah seorang mahasiswa biasa dengan segala impian-impian dan pengharapannya pada kehidupan kampus. Secara tiba-tiba telah berperan memberikan kemudahan bagi hampir seluruh orang didunia yang dimulai pada tahun 2004, dan kamar asramanya di universitas Harvard menjadi saksinya. Dari awal mula penciptaan itulah emosi dari hampir semua karakter film ini bergejolak, dilema si pemeran utama (yang diperankan amat sangat baik oleh Jesse Eisenberg), pengkhianatan dalam persahabatan, brainstroming bertubi-tubi yang dilakukan oleh karakter Justin Timberlake (yang juga bermain dengan gila disini, sampai hampir menghilangkan image teen idol 90an) yaitu Sean Parker dengan cuap-cuap petuah layaknya senior sepuh, perasaan iri dan merasa tertinggalnya Eduardo (Andrew Gardfield). Trio ini telah memberikan tidak hanya keindahan layar (alias semuanya tampan walaupun computer geek! :p) tapi juga emosi yang sangat terasa chemistrynya. Cerita yang diramu dan juga editing peradegan, terjadi begitu sempurna dan alami, tidak membingungkan penonton dari awal akan konflik yang terjadi. Pesan yang dalam akan makna persahabatan, penghianatan, kerakusan, mempertahankan nama baik, keegoisan, keinginan untuk maju, campur aduk difilm ini, ditata dengan rapi oleh David Fincher sang sutradara tanpa adanya kesan klise dan dramatis karena semuanya adalah fakta terjadi disekitar kita. Sayang sekali film ini gagal di Academy Award dan harus mengalah dengan kemegahan the king's speech (yang menurut saya juga sangat apik!) the social network setidaknya masih bisa menjadi the best drama film dalam golden globe award yang diadakan beberapa bulan sebelum perlehatan oscar itu. Yahh.. dari segi gengsi mungkin piala oscar lebih 1 tingkat dari golden globe, tapi apa salahnya bersyukur dari pada mendapatkan the golden rapsberry award! (ooppss!!)

TRAILER :


credit : www. imdb.com

Jumat, 25 Maret 2011

I'll share you some couture..


Jangan salah sangka dengan foto diatas! Itu bukan hasil karya saya, itu hanya hasil dari kode kunci kata "Couture" sebuah kata yang amat sangat terkenal di dunia fashion. Arti kata tersebut juga saya tidak tahu! tapi menurut saya, kata tersebut amat eksklusif, mahal, mewah, dan "unfollowed"

Maka dari itu saya "memamerkan" foto hasil dari jepretan shutter kamera D40 milik saya (baca: hasil karya saya, hehehehehe) yang menurut saya bisa dikategorikan sebagai "Couture" (menurut saya lohhhh.. jika tidak berkenan ya tidak apa-apa! hehehehe..) hope you guys like it!

Photo and Editing by Sasha
Make up and Stylist by Agni
Female Model : Monica
Male Model : Farel