Kamis, 24 Februari 2011

Jigoku Ramen : Seperti ada "neraka" dilidah


Sebelumnya saya hanya bisa penasaran akan rasa "Ramen Neraka" ini, sewaktu acara jurusan yang mengadakan lomba makan Jigoku ramen tercepat dikampus. Disebut Jigoku ramen, karena rasanya yang super duper pedas digambarkan sebagai neraka yang dalam bahasa Jepang berarti Jigoku, dan lahirlah ramen yang dapat membuat perut anda mules seketika jika tidak tahan makanan pedas.

Beberapa saat lalu, akhirnya saya berhasil mencicipi ramen berwarna merah ini, di sebuah restoran Jepang yang murah meriah dalam artian porsi besar kantong mahasiswa. Semangkuk besar Jigoku ramen beserta sepiring tempura hanya berharga kurang lebih Rp.32.000 (belum termasuk pajak). Struktur mienya memang tidak sekenyal restoran Jepang yang menguras uang jajan seminggu, tapi setidaknya mie tersebut sudah diolah menjadi mie Indonesia (sekali) jadi pas dilidah. Tadinya saya berpikir rasa pedas level 2 (dari 4 level yang ada) mungkin hanya akan "say hello" saja di lidah saya, tapi ternyata saya salah kaprah, rasa pedasnya mampu membuat lidah serasa berada didalam neraka dalam sekejap (walaupun saya tidak tahu seperti apa didalam neraka, tapi main-streem tentang neraka sudah ada sedari kecil diotak hampir semua orang kan?!) dan membuat hidung memerah seperti orang flu berat. 

Seperti itulah kesan pertama saya terhadap ramen ini. Makanan pedas membuat saya ingin selalu mencoba lagi dan lagi. Tapi yang membuat saya penasaran apakah ada ramen dengan rasa pedas segila ini di Jepang, dengan kenyataan bahwa orang Jepang tidak suka makanan yang terlalu spicy atau terasa bumbunya.

1 komentar:

  1. Idihh.. ga ngajak2 sih! Tapi klo pun ksana gw ga bakalan pesen level brapapun krn ga tahan pedes sih :P tapi cukup terjangkau ya harganya u/ harga ramen :) nice rekomendasi

    BalasHapus