Jumat, 04 Februari 2011

Melankoli



Terduduk secangkir kopi yang mendingin

Mata tertuju satu arah melalui air yang menetes

Sejumput harapan yang hilang

Pergi tinggalkan penyesalan

Cafe ini selayaknya setahun lalu

Kopi yang masih hangat kusuput

Bergantian mataku tertuju pada mahluk di depanku

Selalu kuingat senyum tersungging ramah tanpa rana

Telapak hangat menyelimuti kulitku yang terlampau dingin menyapanya

Lalu, aku merana..

Kursi didepanku kosong ditinggalkan pemiliknya

Sang pemilik dengan senyum ramah dan telapak hangat

Pergi dengan mendinginkan kopi yang kudiamkan

Words by Shabumzki

5 komentar:

  1. hoaaaa..such a very bittersweet romantic stuff! I felt the pain, but I also found the beauty of this feeling at the end..it's officially my favorite poetry of the day! hahahaha..sayang ya dek blogspot belum bikin fitur "like this" kayak di pesbuk..kalo udh ada fitur kyk gitu, gw pasti yg klik "like" duluan wkwkwkwk >_<

    BalasHapus
  2. I couldn't agree more with your tagline, and i heart it like a lot! ^__^

    BalasHapus
  3. wakakakakak.. iya kak! ga ada fitur likenya.. musti ditag kefb dlu.. whihihi.. makasih kak pujiannya.. ini gw trinspirasi dr tmen gw yg patah hati.. hihihihi...

    BalasHapus
  4. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  5. Kok gw serasa masuk ke situasi disitu ya ^^ sangat membumi.
    (btw itu commentnya gw meninggalkan bekas.. hahahaha)

    BalasHapus