David Nicholls (screenplay),
David Nicholls (book)
Stars:
Anne Hathaway, Jim Sturgess and Patricia Clarkson
Release date:
19 August 2011
(USA)
One Day will open in the third quarter of 2011, and will star Academy Award nominee Anne Hathaway. Production on the movie will commence in July, under the direction of Lone Scherfig, who most recently helmed the Best Picture Academy Award nominee An Education.
David Nicholls has completed adapting the screenplay, based on his
acclaimed novel of the same name. Emma (Ms. Hathaway) and Dexter meet on
the night of their graduation – July 15th, 1988. She is a working-class
girl of principle and ambition who dreams of making the world a better
place. He is a wealthy charmer who dreams that the world will be his
playground. But where will they be on this day next year, and the year
after that? Over 20 years, we check in on Emma and Dexter every July
15th, and watch as their
friendship ebbs and flows with the passing of the years. Through love
and loss, heartbreak and success, hopes fulfilled and dreams shattered,
these two souls experience the sometimes wonderful, sometimes tragic,
often hysterical but always moving, grandeur of life. Somewhere along
their journey, they realize that sometimes what you are looking for has
been right there in front of you all along.
Film yang dvd bajakanya saya tunggu-tunggu keluar, akhirnya saya tonton habis juga.. 2 kali dalam 2 hari!! wooww!! sekian lama penantian saya akan film barat yang keromantisannya sama dengan film-film korea atau thailand tanpa harus lebay terjawab sudah. One day menceritakan tentang 2 orang sahabat yang cukup bodoh untuk tidak saling jujur terhadap perasaannya masing-masing. Dimulai dari pertemuan mereka setelah lulus kuliah, keplayboyan Dex luntur didepan perempuan aneh bernama emma. Perempuan seperti ini tidak seharusnya dipermainkan hanya dengan one night stand (mungkin, pikirnya), so they just shared a bed together and just be friends. hahahhaha.. love this scene.. :) 15 July 1988, menjadi saksi terhubungnya "tali merah" diantara mereka berdua.
Yang paling unik dari film ini adalah setiap scene yang ada difilm ini bersetting pada tanggal 15 July 1988 sampai dengan setiap tahunnya selama 20 tahun pertemuan mereka, yang diwarnai pertengkaran, kasih sayang, dan konflik. Ditambah keindahan kota-kota eropa seperti paris, london dan edinburg mendapati betapa romantisnya film ini.
Klimaks terdapat ditengah-tengah film, persahabatan mereka diuji karena kehidupan hedonis Dex yang semakin menjadi-jadi, so she fed up! and commit to leave him alone! well, he's kinda spoiled by his fabulous fame.yahh.. tahulah klo orang uda sukses jadinya gimana, narkoba, main perempuan, dll. Unfortunately, he's not the old Dexter that she knew.
Sebenarnya saya familiar dengan jalan cerita persahabatan yang seperti ini, kalau di Indonesia saya pernah membaca buku berjudul "perahu kertas" karya Dee. Bedanya dibuku tersebut mereka dipisahkan oleh takdir, yang mengharuskan mereka berkelana dulu sebelum bersama. Sedangkan film ini takdir yang sebenarnya sudah didepan mereka, tapi mereka menyia-nyiakan takdir tersebut. So shame.. :(
Well, Jim Sturgess and Anne Hathaway's acting were so GREAT!! I felt those chemistry!!! (Damn! made me envy!) hahahahhahaha.. :p Terutama untuk Jim Sturgess, acting jadi orang yang frustasi tanpa harus dipaksakan atau seakan-akan mengatakan "gw lagi stress berat". I LOVE HIM! Saya merasakan perbedaan suasana dari Dexter tahun 1988, 1996, 2004, dan 2011. Saya rasa karakter Dexterlah yang mengalami perubahan sifat yang paling signifikan, disamping karakter Emma yang stabil.
Ending film yang memang tidak diduga bagi yang belum membaca bukunya (lupa bilang jika film ini based on novel karya David Nicholls yang juga menulis skenario filmnya) pasti dibuat mencak-mencak! Karena memang untuk saya itu tidak adillll!!!! (T_T) Yahh mungkin memang itu ujian untuk Dex karena menyia-nyiakan perasaannya pada Emma, and then just ended up like that! So sorry for that..
Untuk keseluruhan film saya kasih nilai 8/10 karena ini adalah the most hollywood romantic drama after 50 first date! Seperti yang saya katakan diatas, film ini cukup wajar keromantisannya untuk ukuran film Hollywood! thats why i like it. Jadi untuk yang mengharapkan akan seperti Romeo and Juliet atau Titanic, haha.. you dream for that! :p
So, Here's the trailer..
Words by Shabumzki
Credit by www.imdb.com, www.movieweb.com and www.youtube.com
Cinematography : Reungwit Ramasudh, Studio Work Point/Sahamongkol Film International
Country : Thailand
Language : Thai
Sebrutal-brutalnya manusia, pasti pernah mengalami yang namanya cinta. Dapat dikatakan manusia tidaklah bisa bertahan tanpa adanya cinta, memang ini hal yang klise, tapi benar adanya. Tidak usah jauh-jauh memikirkan cinta antara Romeo dan Juliet yang memaksakan bahwa mereka meant to be together till die, so they both commited suicied, end of story! bleehhh... Well, i thought that idea its kinda suck! That kind of tale thought us a shallow meaning of Love. Tontolah Becoming Jane! atau Mulan (Versi Cina Asli yang main Vikcy Zhu) 2 film itu mengajarkan bahwa pengorbanan cinta yang sia-sia tidak harus mengakhiri hidup si manusia itu sendiri. Memang tidak happy ending (you know what i mean guys) tapi hidup si tokoh tersebut yang Moving Forward-lah yang mengisyaratkan bahwa theres no End but an And dalam hidupnya. hhmmm.. Sounds good huh?!
Ada satu film dari dataran Thailand yang menceritakan bahwa cinta membuat seseorang BELAJAR bukannya memaksa untuk memiliki, telah membuat saya jatuh hati tanpa harus bosan menonton sampai berkali-kali. A crazy little thing called love. Dari judulnya saja sudah kentara bahwa Cinta memang membuat orang gila! merubah dirinya dalam hal positif ataupun negatif. Tergantung prespektif arti Cinta itu pada masing-masing manusia. Tapi untuk Nam yang mencintai Shone kakak kelasnya yang tampan, idola wanita disekolah dan 4 tahun lebih tua darinya memacu dirinya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Kebetulan dalam film ini based on everyone's Experience. Jadi bagi anda yang sudah menonton film yang laris manis dinegara asalnya ini, pasti familiar dan senyam-senyum akan kelakar Nam si ABG yang sedang dimabuk cinta untuk mendekati si Pujaan hatinya. Naif memang jika kita pikir, tapi kenaifan itulah yang membuat kita sadar bahwa mencintai itu hal yang paling jujur yang ada didunia.
Nam yang tadinya hanya seorang anak bau kencur dengan fisik yang teramat biasa-biasa saja, secara bertahap menjadi gadis cantik idaman semua lelaki disekolahnya termasuk Shone. Ada hal yang sangat manis yang dilakukan oleh laki-laki ada di film ini, jujur pengalaman saya dengan mahkluk yang berjenis pria dalam hal seperti ini tidaklah banyak, tapi ada seorang pria yang saya kenal tanpa segan memperlihatkan puisi2nya. Yah, tapi disini seorang Shone melakukan hal yeang lebih manis, dia yang sebenarnya juga sudah menyukai Nam sejak dia masih ehem..buruk rupa, membuatkan scrap book yang.... SAYA BERSEDIA MELAKUKAN APA SAJA DEMI DIBUATKAN SCRAP BOOK INDAH ITU!! hahahahhaaha.. yahhh.. beruntungnya seorang Nam. Disini kita diajarkan, bahwa fisik bagi Shone bukanlah masalah utama untuk menentukan siapa cinta pertama untuk dirinya, tapi adanya suatu ikatan yang membuat dia sadar bahwa cinta Nam untuknya sangatlah tulus.
Pengorbanan yang dilakukan Nam dan Shone sangatlah banyak demi mendekatkan diri mereka masing-masing, Nam dijauhi oleh sahabat-sahabatnya, Shone diminta untuk tidak mendekati Nam oleh sahabatnya sendiri yang kebetulan terlalu sakit hatinya karena Nam tidak balik suka padanya. Tapi hidup mereka tetap move on, walaupun hati mereka sedih tidak bisa bersatu. Well, sedikit curhat bahwa adegan dibawah ini adalah favorit saya, betapa sakitnya Nam menerima kenyataan tapi masih saja berusaha untuk tetap kuat. I cried a lot tapi ada bagian dimana akan dibuat tertawa! hahahahhaha.. suatu hal yang tak diduga! Jauh dari kata manis, tapi tetap mengena dihati.
Ada istilah yang mengatakan bahwa "Akan indah pada saatnya" , ya, setiap chick flick pasti menganut istilah itu. Termasuk film ini, setelah bertahun-tahun tidak bertemu, ada waktunya pada saat mereka lebih dewasa dan bertemu untuk menyelesaikan apa yang sudah mereka mulai. Dan apa yang saya katakan diatas, There is no End but an And, saat indah itu akhirnya menghampiri mereka dengan ending yang tidak biasa dan sederhana. So Simple yet Sweet. :)